Wellcome to my Blog

THANKSS FOR COMING

Mengenai Saya

Foto saya
saya itu........ teman yang baik untuk bercerita untuk berkeluh kesah dan syukur alhamdulillah sekarang saya dianugerahi nikmat untuk bisa melanjutkan study saya di Universitas Negeri Semarang dan diterima sebagai mahasiswa jurusan pendidikan sosiologi antropologi tercinta....

Sabtu, 07 Januari 2012

pengertian ilmu pengetahuan

Pengetahuan awam/ biasa : pengetahuan yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari- hari tanpa dituntut untuk mengetahui seluk beluknya secara mendalam.Misal : mengetahui tetengganya telah menikah, Pak Darkun membeli mobil mewah, sekolah tempat belajar formal dll.
1.2. Ilmu pengetahuan / Science : kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis, yang diperoleh dari aktivitas berpikir manusia melalui metode tertentu yang kebenarannya dapat diuji secara kritis oleh orang lain.
1.3. Metode Ilmiah : suatu metode tertentu ( ilmiah ) dalam menemukan pengetahuan ilmiah melalui tahap- tahap ilmiah yaitu : mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, mencari data, menyusun hipotesa, menguji hipotesa/ eksperimen, menarik kseimpulan , menguji kesimpulan.
2. Sifat ilmu pengetahuan :
1. Rasional : Ilmu pengetahuan didasarkan atas kegiatan berpikir secara logis dengan menggunakan rasio atau akal sehat/ nalar.
2. Obyektif : ilmu itu merupakan kebenaran pengetahuan yang jujur, apa adanya sesuai kenyataan obyeknya.
3. Empiris : ilmu didasarkan pada observasi atau pengamatan serta dapat diuji kebenarannya dengan fakta.
4. Komulatif : ilmu dibentuk atas dasar teori yang telah ada, ditambah dan diperbaiki sehingga semakin sempurna.


3. Pandangan sosiologi :
1. Sebagai ilmu, sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasarkan analisis berpikir logis.
2. Sebagai metode, sosiologi adalah cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
4. Pengertian sosiologi :
Sosiologi berasal dari bahasa latin “ socius “ berarti teman dan “logos “ berarti berbicara,mengajar atau ilmu. Jadi secara etimologis sosiologi diartikan ilmu tentang teman atau masyarakat. Beberapa definisi sosiologi menurut para ahli sebagai berikut :
1. Menurut Auguste Comte
Sosiologi merupakan ilmu positif tentang masyarakat, artinya sosiologi merupakan suatu studi ilmiah tentang masyarakat.
2. Emile Durkheim
Sosiologi merupakan ilmu – ilmu yang mempelajari lembaga – lembaga dalam masyarakat dan proses – proses sosial.
3. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang tindakan – tindakan sosial, dan juga penjelasannya secara kausal ( timbale balik ) mengenai arah dan konsekuensi dari tindakan sosial tersebut.
4. Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal – hal sebagai berikut :
a.) Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala – gejala sosial, misalnya antara ekonomi dan agama serta keluarga dan moral.
b.) Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. Misalnya, antara gejala sosial dan biologis atau geografis.
c.) Ciri – ciri umum dari semua jenis gejala – gejala sosial
5. Roucek dan Warren
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok – kelompok.
6. Soerjono Soekanto
Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian pada segi – segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola – pola umum daripadanya.

7. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses – proses sosial, termasuk perubahan – perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jaringan antara unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah – kaidah sosial ( norma – norma sosial ), lembaga – lembaga sosial, kelompok – kelompok, serta lapisan – lapisan sosial, sedangkan proses – proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama , misalnya antara kehidupan ekonomi dan politik.
8. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
9. Peter L. Berger
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
5. Karakteristik Sosiologi
Menurut Harry M.Johnson karakteristik sosiologi itu sebagai berikut:
1. Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi itu mendasarkan diri pada observasi dan penalaran, bukan atas dasar wahyu atau hasil spekulasi.
2. Sosiologi bersifat teoritis, artinya sosiologi berusaha memberi ikhtisar ( summary ) yang menunjukkan hubungan pernyataan atau proposisi – proposisi secara logis.
3. Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori – teori sosiologi dibangun atas dasar teori yang sudah ada. Toeri – teori baru yang lebih benar dan lebih luas, pada dasarnya merupakan penyempurnaan teori – teori yang sudah ada.
4. Sosiologi bukan etika / non etis, artinya sosiologi bukan ajaran tentang tata susila. Para sosiolog tidak memberikan apakah suatu tingkah laku sosial itu baik atau buruk. Tugas seseorang sosiolog adalah mengungkap atau menerangkan tindakan sosial sebagai fakta sosial.
6. Cabang – cabang Sosiologi
Menurut Robert K.Merton , Sosiologi di bagi atas beberapa cabang :
1. Sosiologi Politik
2. Sosiologi Hukum
3. Sosiologi Pendidikan
4. Sosiologi Agama
5. Sosiologi Keluarga
6. Sosiologi Kesenian
7. Ruang Lingkup Sosiologi
Ruang lingkup sosiologi yang mencakup pengetahuan dasar pengkajian masyarakat meliputi hal –hal sebagai berikut :
1. Kedudukan dan peran sosial individu dalam keluarga, kelompok sosial, dan masyarakat.
2. Nilai – nilai dan norma sosial yang mendasari atau mempengaruhi sikap dan perilaku hubungan sosial dalam masyarakat.
3. Masyarakat – masyarakat budaya daerah sebagai submasyarakat dan kebudayaan nasional Indonesia.
4. Masalah – masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari –hari.
8. Obyek sosiologi :
Sosiologi sebagai ilmu sosial, maka obyeknya adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.
9. Metode – metode Sosiologi
Pada dasarnya sosiologi memiliki dua jenis metode atau cara kerja, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
1. Metode Kualitatif
Merupakan metode yang mengutamakan bahan yang sukar diukur dengan angka – angka atau ukuran – ukuran lain yang bersifat eksak. Metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah sebagai berikut
a. Metode Historis
Metode yang mempergunakan analisis atau penyelidikan atas peristiwa masa lampau yang kemudian dirumuskan menjadi prinsip – prinsip umum.
b. Metode Komparatif
Metode perbandingan antara berbagai macam masyarakat serta segala bidangnya untuk memeperoleh persamaan – persamaan , perbedaan – perbedaan, dan sebab – sebabnya.
c. Metode case study.
Metode ini mempelajari sedalam-dalamnya gejala nyata yang terjadi di masyarakat. Alat yang dipakai berupa teknik wawancara, kuesioner, atau observasi partisipatip.
2. Metode Kuantitatif
Merupakan metode yang mengutamakan bahan – bahan keterangan dengan angka – angka , sehingga fakta – fakta sosial yang diteliti diukur dengan skala indeks, table dan formula atau rumus yang sedikit bangnyak menggunakan matematika. Metode yang termasuk dalam metode ini adalah sebagai berikut :
a. Metode Statistik, bertujuan menjelaskan gejala – gejala sosial secara sistematis
b. Metode sosiometri, menggunakan skala – skala dan angka – angka untuk mempelajari hubungan antar manusia dalam masyarakat.
3. Metode lainnya , menurut Soerjono Soekanto :
a. Metode deduktif ,metode yang menggunakan proses berpikir bermula dari pernyataan – pernyataan umum ( premis mayor ) ke pernyataan yang bersifat khusus ( premis minor ).
b. Metode induktif, metode yang memnggunakan proses berfikir bermula dari pengamatan terhadap kejadian khusus kemudian ditarik kesimpulan secara umum.
c. Metode empiris, metode yang menyandarkan diri pada keadaan – keadaan yang dengan nyata diperoleh dalam masyarakat.
d. Metode rasionalistis, metode yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
Teknik penelitian atau metode sosiologi menurut Paul B. Horton :
1. Study Cross –sectional merupakan suatu pengamatan yang meliputi suatu daertah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu.
2. Study longitudinal merupakan study yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelumnya dan sesudahnya.
3. eksperimen laboratorium, subjek dikumpulkan di dalam suatu tempat / laboratorium kemudaian diberi pengalaman sesuai keinginan peneliti.
4. eksperimen lapangan, subjek dikumpulkan di luar suatu tempat / laboratorium kemudian diberi pengalaman sesuai keinginan peneliti.
5. penelitian pengamatan , mirip dengan eksperimen tetapi peneliti tidak ikut mempengaruhi terjadinya suatu kejadian.
 Prespektip sosiologi, merupakan cara pandang atau asumsi atau paradigma peneliti melihat suatu fenomena. Ada 4 macam prespektip yaitu :
1. Prespektip Konflik, memandang adanya pertentangan antar kelas dan eksploitasi kelas dalam masyarakat.
2. Prespektip evolusionis, memusatkan perhatian pada pola perubahan dan perkembangan yang muncul di masyarakat.
3. Prespektip Interaksionis, memusatkan perhatian terhadap interaksi antara individu dengan kelompok dengan menggunakan simbol-simbol.
4. Prespektip Fungsionalis, Melihat masyarakat sebagai jaringan kelompok yang bekerja sama secara terorganisir dan memilih seperangkat aturan dan nilai yang dianutnya.

10. Konsep dasar metode sosiologi
1. Konsep ,
Konsep merupakan pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep ini bermanfaat membantu seseorang untuk memahami objek yang akan dikaji. Misal : Konsep tentang kemiskinan, konsep tentang solidaritas sosial, konsep tentang pembagunan sosial dll.
2. Metode,
Metode dapat diartikan sebagai cara- cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran disiplin ilmu. Seperti yang telah dijelaskan diatas.
3. Kenyataan ,
kenyataan merupakan suatu peristiwa yang dapat dibuktikan oleh orang lain dan peristiwa tersebut dapat disaksikan melalui panca indera. Contoh : Terjadi debat argumentasi peserta seminar sehari tentang pornografi dan pornoaksi di Aula SMA antara kelompok prodan kelompok kontra
4. Informasi ,
Informasi merupakan suatu keterangan, kabar atau pemberitahuan dari orang lain. Informasi bermanfaat untuk mengetahui kenyataan dan menyadari bahwa kenyataan ini memang benar-benar ada.Misal melalui media massa , kita menggetahui bahwa telah terjadi Demonstrasi besar-besaran karyawan dan buruh di seluruh kota besar Indonesia pada tanggal 1 Mei 2007.
5. Fakta,
Fakta merupakan kenyataan yang menggambarkn suatu gejala tertentu yang ditangkap oleh indra manusia dalam kerangka pemikiran tertentu dan dapat diuji kebenarannya secara empiris.Misal : Terhadap penggunaan obat-obat terlarang dikalangan remaja, maka berdasar fakta tersebut terjadi perbedaan pemikiran antara ulama dengan sosiolog. Ulama menyatakan bahwa penyimpangan tersebut terjadi karena lemahnya iman namun sosiolog menyatakan bahwa penyimpangan tersebut karena kegagalan keluarga dalam sosialisasi nilai dan norma yang berlaku.
6. Data,
Data merupakan kejadian-kejadian khas yang dinyatakan sebagai fakta dalam wujud hasil pengukuran. Dapat nerupa data kuantitatip maupun kualitatatip.
7. Masalah,
Masalah adalah perbedaan antara realistas dengan harapan (des Sein dan des sollen).Misal : Masalah kemiskinan muncul karena harapan masyarakat ingin hidup sejahtera, tetapi kenyataannya pemerintah belum mampu mensejahterakannya.
8. Asumsi,
Asumsi merupakan anggapan dasar atau dugaan awal. Asumsi dikembangkan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan peneliti. Asumsi tidak selalu benar. Misal untuk mengetahui perbedaan penggunaan metode tanja jawab dengan metode ceramah terhadap Prestasi belajar maka diasumsikan bahwa kemampuan seluruh objek penelitian bersifat homogen.
9. Hipotesis,
Hipotesis merupakan kesimpulan awal yang harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis yang baik memiliki ciri – ciri :
1. ruang lingkup terbatas
2. sesuai dengan fakta – fakta yang diketahui.
3. dapat diuji kebenarannya.
4. dinyatakan secara sederhana.
5. menggunakan variabel- variabel yang tegas.
Contoh Hipotesis :
Ada perbedaan penggunaan metode ceramah dengan metode tanya jawab terhadap prestasi belajar siswa ,
Tidak ada perbedaan penggunaan metode ceramah dengan metode tanya jawab terhadap prestasi belajar siswa.


10. Bukti,
Bukti merupakan kenyataan atau gejala sosial yang cukup untuk memperlihatkan sesuatu hal. Wujud bukti berupa data atau fakta yang relevan.
Berdasar data atau fakta yang diperoleh bahwa Tawuran pelajar disebabkan karena ada rasa dendam dari sekolah lain, karena merasa tersinggung dari sekolah lain, karena dipaksa untuk membela siswa sekolah lain dll.
11. Generalisasi,
Generalisasi ialah proses memperoleh suatu kesimpulan umum. Kesimpulan ini diperoleh dari berbagai pengalaman atau hasil pengamatan yang berulang-ulang.
12. Teori.
Teori merupakan prinsip- prinsip dasar yang terwujud dalam bentuk rumus atau aturan yang berlaku umum.
Fungsi teori adalah :
1. Menyimpulkan generalisasi dan fakta-fakta hasil pengamatan.
2. Memberikan kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi fakta-fakta yang diperoleh.
3. Memberi ramalan terhadap gejala-gejala baru yang akan terjadi.
4. Mengisi lowongan-lowongan dalam pengetahuan tentang gejala-gejala yang telah atau sedang terjadi.
Contoh : Untuk menjelaskan terjadinya Perilaku menyimpang dapat dijelaskan dengan teori Labeling. Dijelaskan bahwa perilaku menyimpang lahir karena adanya batasan (cap,julukan,sebutan) atas sesuatu perbuatan yang disebut menyimpang. Sebagai tanggapan terhadap pemberian cap, si pelaku menyimpang primer kemudian mengidentifikasikan dirinya sebagai penyimpang dan mengulangi perbuatan menyimpangnya. Ia mulai menganut suatu gaya hidup menyimpang (deviant life syle ) yang menghasilkan karir penyimpang ( deviant career ) ( Edwin M. Lemert ).
10. Peran atau manfaat mempelajari Sosiologi :
Menurut Macionis, setidaknya ada 4 manfaat mempelajari sosiologi yaitu :
1. Menantang pemahaman-pemahaman yang lazim mengenai diri kita sendiri dan pihak lain. Hal ini penting agar kita mampu menilai secara kritis berbagai kebenaran yang didasarkan pada asumsi – asumsi yang dianggap lazim.
2. Memampukan kita untuk menilai peluang-peluang dan hambatan yang ada dalam kehidupan kita, dalam rangka memahami proses yang sesungguhnya terjadi di masyarakat secara logis.
3. Memampukan kita menjadi partisipan yang aktip dalam kehidupan masyarakat. Ikut aktip dalam proses perubahan sosial .
4. Membantu untuk menghargai perbedaan umat manusia dan menyiapkan kita dalam menghadapi tantangan hidup di dalam dunia yang plural.
Menurut Horton dan Hunt, profesi yang diisi sosiolog adalah :
1. sebagai ahli riset , baik yang bersifat pengembangan ilmiah maupun sektor industri.
2. sebagai konsultan kebijaksanaan, membantu memperkirakan pengaruh dari sebuah kebijakan sosial tertentu.
3. sebagai sosiolog klinis, yaitu ikut dalam kegiatan perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat.
4. sebagai guru atau pendidik / dosen .
5. sebagai pekerja sosial ( social worker )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar